IBUMU MASIH HIDUP, TAPI KENAPA KAMU SUDAH JADI ANAK YATIM SOAL DOA?



Assalamualaikum Dan Salam Sejahtera 


IBUMU MASIH HIDUP, TAPI KENAPA KAMU SUDAH JADI ANAK YATIM SOAL DOA?






Bismillah.

Nak.

Kapan terakhir kali kamu telepon ibu... bukan karena butuh uang... tapi karena kangen?

Kapan terakhir kali kamu chat ibu... bukan karena disuruh... tapi karena kamu inget dia?

Jujur.

Ibumu masih ada. Nomornya masih bisa kamu telpon. Suaranya masih bisa kamu dengar.

Tapi...

Kenapa rasanya kamu sudah yatim?

Yatim doanya.

Dulu waktu kecil, kamu demam dikit, ibumu nggak tidur semalaman. Tangan keriputnya kompres jidatmu. Bibirnya nggak berhenti komat-kamit: "Ya Allah sembuhkan anakku, Ya Allah sembuhkan anakku".

Dulu waktu kamu mau ujian, ibumu bangun jam 3 pagi. Sholat. Nangis. Sebut namamu satu-satu: "Ya Allah luluskan anakku".

Sekarang?

Kamu sudah besar. Sudah kerja. Sudah punya HP mahal. Sudah punya teman banyak.

Ibumu... masih bangun jam 3 pagi. Masih sebut namamu. Masih nangis.

Tapi kamu?

Kamu bahkan balas chat ibumu aja 2 hari kemudian.
Kamu bahkan telpon ibumu cuma pas lebaran.
Kamu bahkan dengerin cerita ibumu 2 menit aja udah bilang: "Iya Bu, nanti ya, aku sibuk".

Sibuk sama apa?
Sibuk sama dunia yang ibumu dulu doakan biar kamu dapat?

Allah ﷻ berfirman, bukan dengan nada biasa. Dengan nada ancaman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
_"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu"_
(QS. Al-Isra: 23)

Berbuat baik itu disandingkan langsung setelah perintah tauhid.

Artinya: Kalau kamu sholat rajin, puasa rajin, tapi sama ibu kasar... sholatmu dipertanyakan.

Rasulullah ﷺ ditanya: "Siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?"
Beliau jawab: *"Ibumu. Ibumu. Ibumu. Baru bapakmu"*
(HR. Bukhari Muslim)

3 kali.

Kenapa 3 kali? Karena ibumu mengandungmu 9 bulan sambil muntah-muntah, melahirkanmu antara hidup dan mati, menyusuimu 2 tahun sambil nggak bisa tidur nyenyak.

3 kali sakit yang kamu nggak akan pernah bisa balas, walau kamu gendong dia keliling Ka'bah.

Sekarang coba bayangin...

Besok pagi, kamu telpon ibu. Nggak diangkat.
Kamu telpon lagi. Nggak aktif.
Kamu pulang ke rumah. Pintunya tertutup. Orang-orang pakai baju hitam. Di tengah rumah, ada keranda.

Ibumu... sudah dikafani.

Baru kamu sadar.

Semua masakan yang dulu kamu bilang "nggak enak" itu... sudah nggak akan pernah ada lagi.
Semua nasihat yang dulu kamu bilang "cerewet" itu... sudah nggak akan pernah terdengar lagi.
Semua doa jam 3 pagi itu... sudah berhenti.

Dan yang tertinggal cuma penyesalan yang nggak ada obatnya.

Kamu peluk keranda ibumu. Kamu teriak: "Bu, bangun Bu, aku kangen Bu".
Tapi ibumu sudah nggak bisa jawab.

Kenapa harus nunggu mati dulu baru kangen?


WAHAI ANAK YANG MERASA SUDAH DEWASA...

Kamu pikir kamu hebat karena gaji kamu besar?

Gaji besarmu itu... ada air mata ibumu di dalamnya.

Kamu pikir kamu kuat karena bisa beli apa aja?

Kekuatanmu itu... ada tulang ibumu yang keropos karena menyusuimu.

Kamu bukan siapa-siapa tanpa doa ibumu.

Dan hari ini... mungkin ibumu lagi duduk di ruang tamu. Sendirian. Pegang HP. Nungguin chat dari kamu. Nungguin kamu bilang: "Bu, sudah makan?"

Tapi HP nya sepi.

Padahal surgamu di situ.

Rasulullah ﷺ bersabda: 
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ
_"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah"_
(HR. Tirmidzi)

Kalau kamu sia-siakan ibumu... pintu surgamu yang paling tengah itu... kamu tutup sendiri.


📖 _Nasihat Kehidupan_

_Kalau matamu panas sekarang... itu bukan karena cerita ini sedih._
_Itu karena hatimu masih punya ibu._

Lakukan sekarang juga. Jangan nanti. Nanti bisa jadi jenazah.

1. Telepon / Video Call Ibumu SEKARANG.

Nggak usah alasan gengsi.
Bilang: "Bu, maafin aku ya. Aku kangen. Ibu sudah makan?"
Dengerin dia cerita. Walaupun ceritanya itu-itu aja. Itu obat rindunya.

2. Transfer / Kasih uang, walau 20 ribu. Tulis: "Bu, ini bukan karena Ibu miskin. Ini karena aku butuh ridho Ibu".
Rasulullah bilang ridho Allah ada di ridho orang tua.
Kalau ibumu bilang "Ya Allah aku ridho sama anakku"... urusan duniamu yang ruwet itu... Allah yang beresin.

3. Peluk kakinya malam ini kalau masih serumah.*
Cium tangannya. Sujud minta maaf.
Karena kaki yang akan kamu cari di padang mahsyar nanti... adalah kaki ibu yang dulu kamu cuekin.

Ingat nak...
Ibumu nggak butuh rumah mewahmu.
Ibumu cuma butuh kamu pulang, sebelum dia pulang duluan menghadap Allah.

Dan kalau ibumu sudah nggak ada...
Jangan tutup nasihat ini dengan air mata aja.
Ambil wudhu. Sholat. Kirim Al-Fatihah. Sedekah atas namanya.
Karena anak sholeh yang nangis dan doain ibunya...
Itu yang bikin kubur ibunya terang.

Share ini.
Jangan share karena bagus.
Share karena di luar sana ada ribuan ibu yang nangis diam-diam karena dilupakan anaknya.
Kirim ke kakakmu. Ke adikmu. Ke grup keluarga.
Bilang: "Jangan jadi yatim selagi ibu masih ada".
Siapa tahu karena kamu share, malam ini ada 1 ibu di ujung kampung yang akhirnya dapat telpon dari anaknya... dan tidur sambil senyum.


Karena doa ibu itu...
menembus langit ke-7 tanpa transit.
Tapi doamu untuk ibumu... sudah sampai mana?



Sekian " Terima Kasih ".... 

Catat Ulasan

0 Ulasan
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!